4+ Perbedaan Multimeter Analog dan Digital

Perbedaan multimeter analog dan digital

Perbedaan multimeter analog dan digital – Multimeter adalah alat yang sangat berguna dalam dunia elektronika dan listrik. 

Dengan multimeter, Anda dapat mengukur berbagai parameter seperti tegangan, arus, dan resistansi. 

Ada dua jenis yang umum tersedia di pasaran yaitu multimeter versi digital dan versi analog. 

Kedua jenis ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dalam artikel ini, kita akan membahas perbedaan multimeter analog dan digital.

Berikut akan kita bahas perihal keduanya, simak dan perhatikan dengan baik sebelum memutuskan untuk memiliki antara keduanya.

Baca juga : Multitester Terbaik

Pengertian Multimeter Analog

Sebelum membahas perbedaan multimeter analog dan digital kita akan membahas terlebih dahulu pengertian keduanya.

Versi analog ini memakai skala jarum sebagai pengukur tegangan, arus, maupun hambatan pada listrik yang sering orang sebut multimeter analog.

Hasil pengukuran biasanya tampilannya berbentuk analog yaitu memakai pointer jarum dimana akan menunjukkan nilai skalanya.

Pada dasarnya multitester analog ini terdiri dari inti dengan bentuk silinder antara dua magnet permanen, serta terdapat lilitan gulungan di sekitar silinder.

Lilitan gulungan atau coil tersebut diberikan ikatan jarum, Saat mengukur arus melalui lilitan gulungan maka induksi medan magnet akan terjadi serta mempengaruhi jarum untuk bergerak.

Baca juga : Cara Menggunakan Multimeter

Pengertian multimeter Digital

Nah, untuk jenis yang ini memakai tampilan digital untuk menunjukkan hasil dari pengukuran listrik yang menggunakan pengukuran dalam bentuk digital.

Versi digital muncul dengan harga lebih terjangkau sehingga menurunkan peminat yang versi analog.

Penyebabnya juga karena beberapa faktor lebih menguntungkan pada penggunaan versi digital tersebut.

Untuk beberapa faktor tersebut akan kita bahas nanti pada perbedaan multimeter analog dan digital.

Pada multitester digital terdapat beberapa komponen utama meliputi, sirkuit, konverter, unit display, dan bagian pendukung lain.

Misalnya saat mengukur hambatan resistor, maka sejumlah arus dari multitester diberikan pada resistor yang hendak diukur hambatannya.

Tegangan resistor akan dihitung oleh multitester menjadi nilai hambatan lalu dikonversikan melalui ADC ( Analog to Digital Converter ).

Supaya nilai hambatan pada resistor bisa ditampilkan pada display LCD multimeter digital yang dipakai.

Baca juga : Cara Menggunakan Multimeter Analog

Perbedaan Multimeter Analog dan Digital

Berikut akan kami jelaskan beberapa perbedaan multimeter analog dan digital yang cukup mendasar.

Multimeter Analog

1. Tampilan Skala Jarum

Salah satu ciri khas multimeter analog adalah tampilan skala jarumnya. Versi ini memiliki jarum yang bergerak di sepanjang skala untuk menunjukkan nilai pengukuran. 

Hal ini membuatnya mudah untuk melihat perubahan nilai secara kontinu. Skala jarum ini sering digunakan oleh teknisi berpengalaman yang memahami prinsip-prinsip dasar elektronika.

2. Resolusi Terbatas

Salah satu kelemahan multimeter analog adalah resolusinya yang terbatas. Ini berarti bahwa Anda mungkin tidak dapat membaca nilai dengan presisi tinggi. 

Misalnya, jika Anda ingin mengukur tegangan yang sangat kecil, multitester analog mungkin tidak cukup akurat.

3. Rentan terhadap Kesalahan Manusia

Ketika menggunakan versi analog, ada kemungkinan kesalahan manusia yang lebih besar. 

Ini karena Anda harus menginterpretasikan posisi jarum di atas skala untuk mendapatkan nilai pengukuran. 

Kesalahan kecil dalam membaca posisi jarum dapat menghasilkan hasil yang tidak akurat.

4. Lebih Tahan Lama

Salah satu kelebihan multimeter analog adalah daya tahan yang lebih lama. Mereka cenderung lebih tahan terhadap goncangan dan benturan karena mereka tidak memiliki komponen elektronik yang sangat sensitif. 

Multimeter analog juga dapat bertahan dalam kondisi kerja yang keras sehingga tidak mudah rusak.

Baca juga : Cara Mematikan Laptop dengan Keyboard

Multimeter Digital

1. Tampilan Angka Digital

Versi digital memiliki tampilan angka digital yang menunjukkan nilai pengukuran dengan presisi tinggi. 

Ini membuatnya mudah digunakan bahkan oleh pemula dalam elektronika. Anda tidak perlu menginterpretasikan posisi jarum seperti pada versi analog.

2. Resolusi Tinggi

Salah satu keunggulan yang versi digital adalah resolusi tinggi. Mereka dapat mengukur nilai dengan presisi lebih baik, termasuk pengukuran yang sangat kecil. Ini membuat mereka cocok untuk pengukuran yang memerlukan ketelitian tinggi.

3. Pengukuran yang Cepat

Multimeter digital cenderung memberikan hasil pengukuran lebih cepat daripada multimeter versi lama. 

Anda tidak perlu menunggu jarum bergerak ke posisi yang stabil. Hasil langsung ditampilkan pada layar digital.

4. Rentan terhadap Kerusakan Elektronik

Kekurangan utama versi digital adalah rentan terhadap kerusakan elektronik. Komponen elektronik di dalamnya dapat rusak akibat tegangan yang berlebihan atau kesalahan penggunaan. Oleh karena itu, perlu hati-hati dalam penggunaannya.

Baca juga : Cara Browsing Google Luar Negeri

Kesimpulan

Perbedaan multimeter analog dan digital cukup jelas dan keduanya memiliki tempatnya masing-masing dalam dunia elektronik. 

Pilihan antara keduanya tergantung pada kebutuhan pengukuran Anda dan tingkat kenyamanan Anda dalam mengoperasikannya. 

Versi analog cocok untuk pengguna berpengalaman yang memahami prinsip dasar elektronika, 

sementara versi digital lebih mudah digunakan oleh pemula dan menawarkan presisi tinggi. 

Yang penting, gunakan sesuai dengan petunjuk dan amati batas-batasnya agar pengukuran Anda akurat dan aman.

Demikian penjelasan kami mengenai Perbedaan multimeter analog dan digital, semoga bermanfaat.

One Reply to “4+ Perbedaan Multimeter Analog dan Digital”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *